Sabtu, 13 Oktober 2018

3 Wanita Pakistan Yang Membela Hak Perempuan dan Anak-anak


Pakistan merupakan negara yang masih menganut paham patriaki yang kental, yaitu seluruh keputusan kehidupan dalam sebuah keluarga hanya boleh diputuskan oleh lelaki. Seorang perempuan harus tunduk dan taat mematuhi semua peraturan atau perintah suami, ayah dan saudara laki-laki. Disini saya ingin membahas tiga wanita pakistan yang menginspirasi dunia karena mendobrak "peraturan" demi kehidupan yang lebih baik untuk masa depan perempuan - perempuan di pakistan. Tulisan ini merupakan collaboration with Bandung Hijab Blogger dengan tema " 3 Inspiring Woman In The World.

1. Benazir Bhutto

Benazir Bhutto

Benazir Bhutto merupakan anak dari perdana menteri Pakistan Zukfikar Ali Bhutto. Dia mewarisi kepemimpinan partai ayahnya yang digulingkan kudeta militer. Sepanjang hidupnya ia berkontribusi untuk negaranya melakukan perubahan mendasar dari sistem  pemerintah Islam radikal ke sistem pemerintahan demokrasi, kesetaraan gender, hak asasi, hak kesejahteraan, menyuarakan keprihatinan mengenai masalah - masalah sosial kaum perempuan, masalah kesehatan dan diskriminasi terhadap perempuan. Dia dikenal sebagai perempuan pertama yang memimpin negara Muslim pada masa pasca kolonial karena pada saat itu Benazir memenangkan pemilu tahun 1988, posisi ini didapatkannya dalam sebuah pemilihan umum terbuka pertama dalam waktu lebih dari 10 tahun. Partai Benazir memenangi jumlah kursi terbanyak di Dewan Nasional, hal ini menjadikan dia terpilih sebagai perdana menteri Pakistan ke -12, perempuan termuda dan juga perempuan pertama yang memimpin sebuah negara dengan mayoritas rakyat beragama islam. Ia berhasil menjabat selama dua periode yaitu tahun 1988-1990 dan 1993-1996 ketika itu pemerintahan Benazir Bhutto dibubarkan atas tuduhan korupsi namun tak satupun yang terbuktikan, semua kasus itu bermotivasi politik dan Bhutto selalu siap menghadapinya. 


Sejak tahun 1999 Benazir Bhutto tinggal dalam pengasingan di Dubai, Uni Emirat Arab walaupun demikian Bhutto telah bersumpah untuk kembali ke Pakistan dan mencalonkan diri kembali sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum yang dijadwalkan untuk november 2007. Pada tanggal 18 Oktober 2007 ia kembali ke Pakistan untuk mempersiapkan pemilu tetapi dalam perjalanan menuju sebuah pertemuan, dua buah bom meledak dekat rombongan yang membawanya. Bhutto selamat, namun sedikitnya 126 orang tewas.  Benazir Bhutto terbunuh pada tanggal 27 Desember 2007 dengan ditembak di bagian dada dan leher oleh seorang pembunuh yang kemudian juga meledakkan sebuah bom bunuh diri. Pembunuhan ini terjadi ketika ia baru saja meninggalkan Liaquat National Bagh di Rawalpindi dalam rangka kampanye pemilihan umum pada awal tahun 2008. Ia dilarikan ke Rumah Sakit dan dinyatakan meninggal pada hari itu juga.




2. Malala Yousafzai

"Satu anak, Satu guru, Satu buku, Satu pena, bisa mengubah dunia" - Malala Yousafzai

Malala Yousafzai

Malala Yousafzai adalah dia aktivis pendidikan dan hak-hak perempuan dari provinsi Pakistan Khyber Pakhtunkhwa di Lembah Swat. Jauh sebelum itu kehidupan Malala begitu menyenangkan sebab tempat tinggalnya merupakan destinasi wisata populer dan dikenal dengan festival musim panasnya, tapi semua itu berubah ketika kelompok Taliban ingin menguasai daerah tersebut. Usia Malala masih 10 tahun ketika Taliban mulai mengendalikan Swat Baley dan menjadi dominan dibidang politik dan sosial. Taliban melarang perempuan bersekolah dan kegiatan budaya seperti menari, bahkan menonton televisi juga tidak diperbolehkan. Pada awal tahun 2009, saat berumur 12 tahun, Malala menulis di blognya di bawah nama samaran untuk BBC secara mendetail tentang betapa mengerikannya hidup di bawah pemerintahan Taliban, upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan. 


Malala ditembah Taliban

Pada tahun 2012 Malala nyaris tewas ditembak oleh milisi Taliban di Pakistan karena mengkampanyekan pentingnya pendidikan untuk anak-anak perempuan melalui catatan anonim di internet. Insiden itu terjadi ketika ia dalam perjalanan menuju sekolah. Beberapa milisi Taliban naik ke atas bus yang ia tumpangi dan mengeluarkan tembakan. Kejadian ini membuat namanya dikenal di seluruh dunia dan ia kemudian menjalani perawatan di Birmingham, Inggris, tempat ia kemudian menetap dan melanjutkan pendidikan. Di tahun 2013 Malala berpidato di Forum Majelis Kaum Muda di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Inti pidatonya berbicara mengenai hak-hak (anak) perempuan untuk bersekolah, perlawanan terhadap terorisme dan kebodohan. PBB menetapkan tanggal 12 Juli sebagai "Hari Malala" , untuk memperingati hari hak-hak perempuan memperoleh pendidikan yang sama dengan siapa pun. Pada tahun 2014 ketika usia Malala 17 tahun ia dinyatakan sebagai peraih Nobel Perdamaian atas upaya memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak, membuatnya menjadi penerima Nobel termuda dalam sejarah. 


3. Muniba Mazari

Don’t die before you’re death, kebahagian sejati terletak pada rasa syukur. Bersyukur dan hiduplah. Live every moment” - Muniba Mazari

Muniba Mazari

"Iron Lady Of Pakistan" itulah julukan yang diberikan kepada Muniba Mazari wanita yang lahir 3 Maret 1987 karena sifatnya yang tegar dalam menghadapi masalah yang datang secara bertubi-tubi. Perempuan yang mempunyai hobi melukis ini ketika umurnya baru menginjak 18 tahun terpaksa menuruti permintaan ayahnya untuk menikah meskipun hatinya berkata lain. Pernikahan yang tidak bahagia dijalaninya selama 2 tahun. Kondisi ini diperparah saat ia dan suaminya mengalami kecelakaan karena suami muniba tertidur sehingga menyebabkan mobil yang mereka tumpangi terjungkal dan masuk ke parit. Saat itu suaminya berhasil keluar dan selamat, tapi muniba terhimpit di dalam mobil dan menyebabkan lengan tulang bahu, tulang dada, dan tulang belakangnya patah.

keliling dunia menjadi motivator

Akibat kejadian itu, ia harus terbaring di rumah sakit selama 2,5 tahun, ia juga mengalami kesulitan bergerak. Karena luka ditangannya dia tidak bisa melukis lagi, luka ditulang belakang muniba menyebabkan dia tidak bisa berjalan dan tidak bisa mempunyai anak. Kabar itu menghancurkan hati, harapan, dan jiwa Muniba. Tidak sampai disitu saja suami Muniba pun menceraikannya dan tidak berselang lama suaminya menikah lagi. Meski cobaan datang bertubi-tubi, Muniba berusaha tegar, kuat dan pantang menyerah, Ia pun selalu berusaha melatih tangannya untuk melukis sampai akhirnya bisa kembali dan banyak yang memuji hasil lukisannya. 

Muniba & Nael

I
a juga mengadopsi seorang anak laki-laki bernama Nael. Baginya meski ia tidak bisa memiliki seorang anak, itu bukan menjadi penghalang baginya untuk menjadi seorang ibu. Menurut Muniba ada jutaan anak di dunia yang butuh kasih sayang. Berkat kerja kerasnya juga hidup Muniba semakin lebih baik, ia sudah mampu melukis secara profesional dan menjadi wanita pertama dengan kursi roda yang menjadi pembawa berita di TV nasional Pakistan dan menjadi Duta Besar di UN Women Pakistan. Langkah Muniba bagi kegiatan sosial semakin giat, ia mengkampanyekan hak perempuan dan anak-anak, Muniba masuk sebagai 100 perempuan berpengaruh versi BBC pada tahun 2015. Dia juga masuk Majalah Forbes 2016 sebagai 30 orang berpengaruh di bawah usia 30 tahun.

Lihat juga "3 women inspiring in the world" versi temenku rahmi di sini. Semoga menginspirasi !


Love,
rdeliana

11 komentar:

  1. bacanya merinding ih aku, apalagi kisah Malala

    BalasHapus
  2. Ya Allah bener2 luar biasa..dibalik semua kekejaman ada wanita wanita perkasa yang berani maju masyaAllah

    BalasHapus
  3. Aku sering nonton muniba ini. Keren banget. Dan ketiga sosok itu emang representatif kalau dibilang wanita inspiratif. Semuanya berjuang dlm kebaikan dan kemajuan manusia. Tq sharingnya tteh

    BalasHapus
  4. Kisahnya Muniba ini bikin aq nangisss...😭😭😭

    BalasHapus
  5. idolakuuuh, Malala. MasyaaAllah:)

    BalasHapus
  6. Luar biasa kekuatan wanita tegar yang memperjuangkan hak ny

    BalasHapus
  7. Aaaaaa masya Allah mereka luar biasa hebat ❤

    BalasHapus
  8. Mantap teeh, cantik luar dalem ini tokoh tokohnya

    BalasHapus
  9. Ah so love banget, Malala jadi tau banget perempuan dunia itu sungguh hebat dan menginspirasi aku untuk terus bergerak kearah kebaikan

    BalasHapus